Data Bansos Terpadu Harus Berada Dalam Satu Sistem di Kemensos

19-11-2020 / LAIN-LAIN

 

Anggota Komisi VIII DPR RI Iskan Qolba Lubis mengimbau agar kedepannya seluruh data penyaluran bantuan sosial terpusat dan berada dalam satu sistem data terpadu nasional di Kementerian Sosial (Kemensos). Terutama, bagi penerima manfaat dan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) melalui Aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG). Sehingga, penyaluran bantuan sosial dapat terlaksana secara tepat sasaran.

 

Hal itu disampaikan Anggota Komisi VIII DPR RI Iskan Qolba Lubis saat hadir secara virtual sebagai salah satu narasumber pada acara Dialektika Demokrasi dengan tema ‘Bantuan Sosial Sudahkah Tepat Sasaran?’ di Media Center, Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (19/11/2020). Turut hadir secara fisik Wakil Ketua Komisi VIII DPR F-PKB Marwan Dasopang dan Menteri Sosial Juliari P. Batubara yang hadir secara virtual.

 

"Sebetulnya kalau kita lihat, dana bantuan sosial itu bukan hanya dikeluarkan oleh Kemensos. Maka, kita berharap kedepannya semua pusat data ada di Kemensos dan harus dilengkapi dengan data yang lengkap. Agar tidak lagi ditemukan adanya warga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) yang ternyata memiliki rumah bagus dan tidak masuk kategori penerima bansos," ujar Iskan. 

 

Untuk itu, politisi Fraksi PKS tersebut mendorong Kemensos untuk terus melakukan update data setiap hari. Ia kembali mengingatkan agar pusat data penyaluran bantuan sosial tidak lagi ditangani oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Pemerintah secepatnya untuk segera menuntaskan persoalan data yang selama ini seolah tak pernah kunjung selesai.

 

“Memang, dari dulu persoalan data ini tidak pernah selesai. Maka wajar saja banyak protes. Banyak dana untuk bansos yang jumlahnya mencapai ratusan triliun, tetapi adanya di kementerian atau lembaga lainnya. Hal ini yang seharusnya diperbaiki, bahwa seluruh pusat data penyaluran bantuan sosial berada dalam satu sistem data terpadu nasional milik Kemensos,” pungkas legislator dapil Sumatera Utara II itu.

 

Sementara itu, Mensos Juliari P. Batubara yang hadir secara virtual pada diskusi itu menyatakan Kemensos selalu terbuka dan senantiasa memberikan ruang aspirasi kepada masyarakat melalui berbagai platform media yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat luas. 

 

"Keterbukaan ini kian menguatkan keyakinan bahwa bansos betul-betul diberikan untuk kesejahteraan masyarakat bawah yang masuk kategori miskin dan rentan terdampak pandemi Covid-19. Melalui adanya ruang aspirasi tersebut maka masyarakat bisa mengawasi secara langsung penyaluran bansos di wilayah masing-masing," papar Juliari. (pun/es)

BERITA TERKAIT
Once Bicara RUU Hak Cipta: Musisi Bukan Soal Enggan Bayar Royalti, tapi Cari Keadilan
28-08-2025 / LAIN-LAIN
PARLEMENTARIA, Jakarta — Anggota DPR RI Elfonda Mekel, menggarisbawahi bahwa polemik hak cipta dan royalti bukanlah soal keengganan pihak-pihak tertentu...
Melly Goeslaw Desak Perbaikan Tata Kelola Royalti Demi Kesejahteraan Pencipta Lagu
27-08-2025 / LAIN-LAIN
PARLEMENTARIA, Jakarta — Anggota DPR RI, Melly Goeslaw, sekaligus pencipta lagu menyampaikan desakan agar tata kelola royalti di Indonesia diperbaiki...
Yan Mandenas Desak Aparat Tindak Tegas Tambang Ilegal di Papua
26-08-2025 / LAIN-LAIN
PARLEMENTARIA, Manokwari - Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Dapil Papua, Yan Permenas Mandenas, mendesak aparat kepolisian dan TNI segera...
Pemda Tak Berdaya Hadapi Tambang Ilegal yang Dapat Bekingan
26-08-2025 / LAIN-LAIN
PARLEMENTARIA, Manokwari - Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Yan Permenas Mandenas, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak berdaya menghadapi tambang...